| Baca: Lukas 14:25-35 Jika seseorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudarasaudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. —Lukas 14:26 Bacaan Untuk Setahun: Mazmur 13–15, Kisah Para Rasul 19:21-41 |
Yesus menginginkan komitmen yang sejati dari para murid-Nya. Di Lukas 14, kita membaca tentang kerumunan orang yang mengikuti Yesus ketika Dia melakukan perjalanan ke Yerusalem (ay.25). Barangkali para pengikut yang biasa ini menganggap diri mereka sebagai murid Yesus yang sejati. Namun, Yesus mengajarkan bahwa menjadi pengikut-Nya lebih dari sekadar mengetahui fakta tentang Dia. Yesus menjelaskan tentang apa arti menjadi murid-Nya, ketika Dia menyatakan tentang harga yang harus dibayar sebagai murid: Tidak mengasihi bapa atau ibu atau bahkan dirinya sendiri selain, kasih kepada Kristus yang lebih utama (ay.26-33). Para murid-Nya (kini dan selamanya) harus mengakui bahwa jika Allah menjadi hal yang utama di dalam hidup mereka, harta milik dan bahkan relasi sosial harus menjadi yang hal kedua.
Tuhan Yesus memanggil para pengikut-Nya agar hanya memiliki satu hasrat dan pikiran yang tunggal dan ekslusif, yaitu tentang diri-Nya. —MLW
Saat dunia binasa, kami menuruti jalan kami sendiri
Tak bertujuan, tak berhasrat, hari lepas hari;
Kobarkan hati kami, ya Tuhan, ajar kami ‘tuk berdoa! —Cushman
---------
@Rbc



